Banyak orang tua yang mencari tahu bagaimana tips umroh bersama balita. Secara aturan, memang balita diperbolehkan ikut ibadah umroh bersama orang tua.
Namun, balita tersebut harus sudah berusia minimal 2 tahun. Karena anak usia seperti itu dinilai sudah mampu melakukan perjalanan jauh meski harus dengan pengawasan.
Tips Umroh Bersama Balita
Tentu saja, ketika kita memutuskan mengajak si kecil untuk ikut umroh bersama, ada banyak hal-hal yang harus kita persiapkan dengan sebaik mungkin. Jangan sampai, kegiatan yang positif ini malah mendatangkan masalah kepada si kecil.
Akibatnya jika hal tersebut terjadi, membuat ibadah umroh kita menjadi terganggu dan kurang khusyuk. Langsung saja, berikut ini beberapa tips mengajak anak umroh sampai sukses kembali ke Indonesia:
1. Pilih Waktu Umroh yang Tepat
Berbeda dengan haji, umroh bisa kita lakukan kapan saja selama sudah memenuhi semua persyaratan. Kita tidak perlu menunggu hingga berpuluh-puluh tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
Namun, berhubung kita akan mengajak anak kecil ke sana, sebaiknya jangan pilih waktu saat memasuki musim panas di Mekkah dan Madinah. Adapun musim panas di negara tersebut terjadi dari bulan April hingga Agustus.
Waktu umroh terbaik bersama anak yaitu sekitar bulan November sampai dengan bulan Februari. Pada waktu tersebut, suhu di Arab tidak terlalu panas sehingga lebih bersahabat untuk balita.
2. Pastikan Si Kecil dalam Kondisi Sehat
Hal yang tidak kalah pentingnya adalah ketika umroh, balita harus dalam keadaan sehat. Jika mendekati pemberangkatan ternyata si kecil sakit, jangan ambil resiko. Lebih baik jangan ikut atau batalkan saja.
Supaya bayi bisa fit sampai hari pemberangkatan, maka kita harus rutin memeriksa kesehatannya. Mulai dari pemberian vaksin, obat-obatan, suplemen, vitamin, dan lain sebagainya. Jangan lupa konsultasikan dengan dokter terkait masalah ini.
Orang tua juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu bersama balitanya untuk memastikan tidak ada penyakit berbahaya yang ada di dalam tubuh. Hal ini bisa kita lakukan di rumah sakit atau puskesmas terdekat.
3. Membawa Perlengkapan Anak
Tips umroh dengan anak yang ketiga adalah dengan membawa perlengkapan khusus anak. Meskipun tidak menjadi syarat ibadah, perlengkapan anak ini memang seharusnya kita bawa.
Tujuannya untuk mengantisipasi anak rewel saat dalam perjalanan. Orang tua bisa membawa barang-barang untuk si kecil seperti selimut bayi, botol susu, popok, gendongan, dan lain sebagainya.
Taruh semua barang tersebut ke dalam tas sebagai wadah. Selain itu, tidak lupa untuk membawa kereta dorong bayi yang mana benda ini pasti sangat dibutuhkan.
Selain itu, yang tidak kalah penting adalah jangan lupa untuk membawa perlengkapan ibadah untuk si kecil. Misalnya kain ihram khusus balita dan pakaian syar’i.
4. Urus Persyaratan Umroh
Mengajak anak umroh berarti kita harus siap dengan persyaratannya. Kita tidak hanya harus menyiapkan persyaratan untuk kita sebagai orang tua, tetapi siapkan juga persyaratan umroh khusus untuk anak.
Beberapa dokumen yang harus kita persiapkan yaitu paspor asli yang masih berlaku, visa umroh, pas foto terbaru, KTP, kartu keluarga, buku nikah, vaksin meningitis, dan vaksin Covid 19. Jangan sampai ada satupun yang tertinggal karena bisa mengakibatkan kita gagal berangkat ke Mekkah.
5. Membawa Cadangan Makanan dari Indonesia
Tips umroh bersama balita selanjutnya yaitu dengan membawa makanan dari Indonesia. Memang di Arab Saudi kita bisa membeli dan mendapatkan makanan yang halal, tetapi tidak ada salahnya membawa bekal sendiri.
Karena belum tentu makanan-makanan di Mekkah dan Madinah cocok dengan lidah si kecil. Makanan dan minuman tersebut tidak familiar dengan orang Indonesia apalagi bagi anak kecil yang belum tentu langsung suka dengan makanan tersebut.
Kita bisa membawa makanan seperti biskuit, susu, sereal, dan makanan lainnya yang bisa anak konsumsi selama berada di Tanah Suci.
6. Membawa Mainan
Umroh bawa anak 5 tahun ke bawah memang tidak mudah. Ia pasti merasa mudah bosan karena aktivitas ibadah di Mekkah dan Madinah membutuhkan waktu yang cukup lama.
Untuk itu, tidak ada salahnya untuk membawa mainan dari Indonesia supaya ia tidak merasa bosan. Dan berdasarkan aturan, memang tidak ada larangan jika jamaah membawa mainan.
Membawa mainan ini juga merupakan salah satu tips supaya umroh berkesan untuk anak sehingga tetap nyaman selama mengikuti ibadah.
7. Membawa Obat-obatan
Kita tidak bisa menjamin orang tua dan anak selalu dalam keadaan sehat selama berada di Tanah Suci. Walaupun sebelum berangkat dalam keadaan sehat, tidak menutup kemungkinan saat berada di Arab tubuh menjadi sakit.
Maka dari itu, obat-obatan jangan sampai lupa untuk dibawa. Terlebih lagi jika orang tua atau anak memiliki penyakit bawaan, maka obat tersebut jangan sampai tertinggal.
Jika anak sakit, kita bisa memberikan obat tersebut supaya ia bisa sembuh dan sehat kembali saat pulang ke Indonesia.
Selain itu, alangkah lebih baiknya juga membawa anak ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
8. Mengajak ke Tempat Rekreasi
Tips umroh dengan balita selanjutnya yaitu mengajaknya ke tempat rekreasi. Akan tetapi, hal ini harus kita lakukan setelah melakukan ibadah bukan disela-sela ibadah.
Anak bisa kita ajak ke mall atau sekedar membeli es krim supaya ia tidak rewel. Dengan begitu, kegiatan umroh bareng anak terasa lebih menyenangkan.
Itulah beberapa tips umroh bersama balita yang bisa kita lakukan sebagai orang tua. Jika semuanya diterapkan, insyaallah ibadah umroh berjalan lancar, aman, dan nyaman.