Tips Mencegah Anak Menjadi Pelaku Bullying di Sekolah, Orang Tua Wajib Tahu!

Kasus bullying di sekolah atau perundungan masih marak terjadi di Indonesia, tidak hanya bullying verbal, bullying non verbal atau fisik juga bisa saja terjadi. Walau kelihatannya sederhana, perundungan ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi tumbuh kembang anak.

Umumnya tindakan agresif ini terjadi karena ketidak seimbangan power atau kedudukan. Seringkali perundungan dilakukan oleh anak-anak yang posisinya lebih tinggi kepada mereka yang posisinya lebih rendah.

Mengenal Perilaku Bullying

Perundungan bisa terjadi dimana saja, berdasarkan laporan dari Federasi Serikat Guru Indonesia, jenjang pendidikan SMP sederajat menjadi tempat yang paling sering terjadi perundungan. Ada sekitar 50% laporan perundungan di jenjang SMP, 23% di jenjang SD, dan 13,5% untuk jenjang pendidikan SMA ataupun SMK.

Ada beberapa penyebab mengapa seorang anak melakukan tindakan perundungan. Motifnya bervariasi, ada yang mengalami masalah di rumah, sehingga mencari pelampiasan di lembaga pendidikan, ada pula yang melakukan perundungan dengan alasan kesenangan semata.

Mereka yang melakukan bullying di sekolah biasanya kurang mendapatkan perhatian dan pengawasan dari orang tua, sehingga tak memiliki empati dan lebih suka menyakiti orang lain untuk mendapat perhatian. Contohnya dalam kasus perundungan anak Vincent Rompies, bisa jadi ia tak mendapatkan perhatian dari orang tua di rumah, yang akhirnya membuatnya melakukan perundungan pada teman sekelasnya.

Peran Orang Tua untuk Mencegah Anak Menjadi Pelaku Bullying di Sekolah

Sumber gambar: Freepik

Mencegah perilaku bullying di sekolah tak hanya menjadi tugas guru di sekolah, orang tua di rumah pun memiliki peran yang sama pentingnya. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa orang tua lakukan guna mencegah buah hati menjadi pelaku perundungan.

Menanamkan Sikap yang Terpuji Sejak Kecil

Perubahan sikap baik dan terpuji anak tak bisa dalam waktu satu malam. Orang tua seharusnya dapat menanamkan sikap terpuji sejak anak masih belia. Caranya dengan memberikan pengertian dengan baik, mana perilaku yang harus dihindari dan sebaiknya dilakukan.

Memberikan Perhatian dan Kasih Sayang yang Cukup

Ketika seorang anak mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tuanya, maka ia tak akan mencari perhatian di luar rumah. Sesibuk apapun orang tua, luangkan waktu untuk menemani anak bermain, sehingga ia tak merasa kesepian dan mencari pelampiasan dengan cara yang kurang terpuji.

Menjauhkan Anak dari Lingkungan yang Kurang Baik

Bullying bisa saja terjadi jika seorang anak terjebak di lingkungan yang kurang baik. Pantau teman dan lingkungan sekolah anak, jangan sampai anak berteman dengan seseorang yang punya kecenderungan melakukan perundungan. Minta bantuan guru di sekolah untuk memastikan anak berada di lingkungan yang kondusif untuk tumbuh dan berkembang.

Bangun Komunikasi yang Terbuka

Cara lain agar anak tak menjadi pelaku perundungan adalah membangun komunikasi terbuka. Dorong anak untuk menceritakan keluh kesah mereka, kemudian dengarkan secara empatik. Dengan langkah ini, orang tua bisa memahami kondisi anak dan memberi dukungan yang sesuai.

Ajarkan Perilaku Positif

Seringkali anak-anak meniru perilaku orang tua mereka, karena itu orang tua diharapkan dapat menjadi panutan yang baik. Ajarkan anak untuk menghormati orang lain sejak dini, cara mengelola konflik secara sehat, serta memperlakukan semua orang dengan kesetaraan yang sama.

Libatkan Sekolah dan Komunitas

Kasus bullying tidak akan terjadi jika semua pihak bekerja sama untuk mencegah perundungan. Lakukan komunikasi dengan baik dengan sekolah atau komunitas yang dekat dengan anak, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan kondusif.

Sebagai orang tua, memantau dan memastikan anak tak melakukan bullying di sekolah memang bukan langkah yang mudah. Namun mencegahnya sejak dini menjadi tugas dan peran penting orang tua yang tak bisa digantikan siapapun.

Tinggalkan pesanmu disini