7 Tips kegiatan anak selama wabah Corona

Sudah hampir seminggu libur kegiatan sekolah anak karena adanya wabah Corona. Liburan yang tidak seperti liburan biasanya, karena kita tidak boleh bepergian keluar rumah. Kita dilarang mendekati area-area kerumunan orang seperti di mall, pantai, undangan dan sebagainya. 

Karena jangka waktu libur sekolah anak selama wabah Corona tidak bisa diprediksi sampai kapan, kita harus mengatur strategi jitu untuk mengisi waktu luang di rumah. kegiatan-kegiatan ini perlu sekali untuk direncanakan dengan baik, agar anak tidak mudah jenuh, dan beralih perhatian mereka kepada hiburan-hiburan di televisi & games di handphone.

Berikut adalah rangkuman ringkas 7 tips kegiatan anak selama masa isolasi wabah Corona :

Belajar bersama Ayah & Ibu

Mungkin saat ini adalah waktu yang tepat, untuk mencoba sistem pembelajaran semi HomeSchooling bagi anak kita. Ayah dan bunda akan sedikit lebih sibuk seperti layaknya guru-guru sekolah, dengan menyiapkan bahan pembelajaran, mempelajari materi atau bertindak layaknya seorang guru yang sabar dan baik hati.

Proses belajar ini akan semakin terbantu apabila sekolah turut proaktif memberikan arahan kepada ayah dan bunda terhadap cara dan proses belajar anak selama masa lockdown ini. Ada pula aplikasi – aplikasi belajar anak yang bisa diunggah di HP  dapat memberikan alternatif sumber ilmu, sehingga anak tidak mudah bosan.

Jangan lupa juga untuk muroja’ah hapalan surah & doa anak kita. Bagian ini juga akan bermanfaat untuk Ayah dan Bunda dalam me refresh kembali hapalan-hapalan nya kita masing masing 🙂

Mainkan permainan serunya

Jangan biarkan anak kita selalu bermain dengan sendirinya. Sekali-sekali kita harus melibatkan diri dalam permainannya, biarkan mereka mengambil alih kontrol permainan, kita sebagai follower mereka. Kita akan senang dengan sendirinya melihat kreatifitas dan imajinasi anak dalam menjelajah di tiap permainannya. Tapi ingat, waktu bermain bersama juga harus ada batas waktunya, agar kesempatan kegiatan yang lain juga bisa terlaksana dengan baik.

(Baca juga : Tips memilih sekolah untuk Anak)

Project Kreasi 

Bagian ini adalah semacam penggabungan antara waktu belajar dan waktu bermain. Project kreasi ini adalah waktu untuk anak-anak kita dapat mencurahkan kreativitasnya,dalam suatu produk kreatif tertentu dengan menggunakan bahan-bahan yang sudah tersedia. Kegiatan ini bisa apa saja, seperti menggambar di kertas, membuat suatu bangunan dari karton bekas, dan sebagainya. Project kreasi bisa dilakukan tiap hari atau dengan skala waktu tertentu. Apabila berjalan dengan baik, bisa membantu diri kita mengetahui minat dan bakat anak lebih mendalam.

Berkebun & Memasak

Aktivitas berkebun dan memasak kami pilih karena kegiatan ini masih bisa dilakukan di area sekitar rumah kita. Kegiatan berkebun atau memasak biasanya menciptakan suasana ceria dan seru, karena berbagai bahan yang digunakan dalam kegiatan berkebun dan memasak membutuhkan explorasi anak, sehingga anak akan merasakan sensasi pengalaman yang baru. Walaupun dalam prakteknya pasti kotor dan berantakan, namun inilah letak proses anak-anak belajar dan melatih motoriknya. Saat melakukan kegiatan berkebun atau memasak jangan lupa untuk selalu mempersiapan peralatan dan mempertimbangkan keamanan dari alat-alat yang tersebut, agar anak-anak aman selama berkegiatan.

Berbagi Cerita (Curahan hati anak)

Sekarang kita punya waktu yang cukup buat menjadi pendengar yang baik untuk mereka. Berbagi cerita dan pendapat dengan anak sejatinya adalah sebuah keseruan tersendiri. Terlebih apabila mereka bisa curhat kepada kita secara tulus. Tentu ini perlu kesabaran dari kita sebagai parents agar dapat memberikan masukan, pendapat dan rasa kepercayaan kepada diri mereka.

(Baca juga : Daftar sekolah SDIT favorit di kota Balikpapan)

Pada umumnya, kegiatan anak bercerita tidaklah sulit. Namun bagi anak yang cencerung pemalu atau introvert mungkin pada awalnya memerlukan suasana dan kondisi yang lebih rilex. Sehingga ia menjadi leluasa dan nyaman berbagi ceritanya. Misalnya bisa dari menggambar tema tertentu (berkaitan dengan tema berbagi cerita ; Sahabatku, keluargaku, atau mainan kesukaanku). Dari kegiatan menggambar ini, anak nanti bisa distimulus untuk menceritakan gambarnya, dari sini diharapkan kemampuan anak untuk bercerita akan lebih mudah dan berkembang.

Buka lagi buku-buku kegemarannya

Membuka lagi lembaran-lembaran buku kegemaran anak yang sudah lama tidak terbaca bisa menjadi moment yang unik. Karena anak akan mengenang kembali isi buku sekaligus lebih fokus dan detail lagi dalam membaca rangkaian ceritanya. Sambil santai membaca kita pun bisa turut melatih literasi anak. Misalnya kita minta anak-anak untuk menceritakan isi bukunya secara singkat, agar anak-anak bisa mempresentasikan tentang pemahamannya. Selain itu ayah atau bunda juga bisa mencoba mempresentasikan buku yang sedang di baca ayah dan bunda, sehingga anak mendapat feed back dari kegiatan membaca ini menjadi sharing cerita, pengetahuan dan informasi. Wahh, seru juga yaa…

Pekerjaan Rumah

Memberi tugas pekerjaan rumah bukanlah sesuatu kebiasaan yang tabu atau jahat, memberikan tugas pekerjaan rumah yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak akan membantu kemadirian dan tanggung jawab. Anak-anak usia 5-8 tahun biasanya suka bermain air dan sabun sehingga bisa kita beri tugas untuk mencuci dan menjemur kaos kaki dan sapu tangan, selain itu anak-anak juga bisa mencuci sendiri piring, sendok dan gelas plastik yang sudah selesai mereka pakai.

Untuk anak-anak usia yang lebih besar, maka tugas pekerjaan rumah yang lebih membutuhkan ketrampilan dan ketelitian misalnya seperti  seperti menyapu, mengepel, lap meja dan rak, melipat dan menyetrika baju. Pada awalnya orang tua pasti harus memotivasi mereka dengan bujukan-bujukan dan reward, dan setelah anak-anak merasakan efek dari rutinitasnya tersebut, mereka akan terbiasa tanpa ada instruksi lagi. Oiya bunda, jangan lupa berikan senyuman terbaik dan pujian setelah anak-anak selesai melakukan usahanya yaa..

1 thought on “7 Tips kegiatan anak selama wabah Corona”

Tinggalkan pesanmu disini